pengalaman projek Rekayasa dan Teknologi

 


Jadi, di sekolah kami lagi ada proyek besar tentang rekayasa dan teknologi. Kami dibagi ke dalam beberapa kelompok, dan aku dapat kelompok yang asyik banget. Anggota kelompokku ada delapan orang: aku, kania , Raisa , Alya , Andi, Hilman, Evan, wisnu

Kami memutuskan untuk membuat pembakaran sampah tanpa asal . Ide ini muncul karena fyp di salah satu YouTube dan juga kami pengen bikin sesuatu yang kreatif dan bisa diuji kekuatannya. Awalnya, kami diskusi dulu di kelas. Semua ide langsung muncul, tapi akhirnya kami sepakat untuk membuat pembakaran sampah tanpa asap yang bisa mengurangi polusi udara.

Setelah itu, kami mulai desain pembakaran sampah tanpa asap.kania dan Raisa bertanggung jawab untuk menggambar sketsa dan dokumentasi. Mereka sangat detail, jadi kami semua setuju dengan desain itu. Wisnu dan Evan pergi mencari kaleng dan botol bekas , sementara aku dan yang lain nyiapin alat dan bahan lain yang dibutuhkan.

Hari-hari berikutnya kami habiskan di kelas. Kami mulai menyatukan kaleng kaleng dan botol bekas itu dengan hati-hati. Kadang ada aja yang salah atau bocor, dan kami harus merevisi kembali apa yang kurang dari produk yang kami buat. Tapi suasana tetap seru, kami saling bantu dan bercanda. Setiap kali ada bagian yang berhasil, kami merayakannya dengan semangat.

Setelah pembakaran tanpa asap selesai, kami melakukan uji coba. Kami ngerasa deg-degan banget. Ternyata, produk yang kami berhasil membuat asap nya menghilang dan menyatu dengan air Kami semua teriak kegirangan. Senang banget rasanya melihat hasil kerja keras kami terbayar.

Proyek ini bukan cuma tentang bikin pembakaran sampah tanpa asap, tapi juga tentang kerja sama, kreativitas, dan belajar dari kesalahan. Akhirnya, kami siap presentasi di depan semua orang dan semua bangga sama hasilnya. Ini jadi pengalaman yang tak terlupakan bagi kami!


Comments

Popular posts from this blog

Warung bi eem

curug citambur

pertemanan di massa SMP